Operasi Kista Payudara dengan BPJS Kesehatan

Kista : 1. pembengkakan pada jaringan tubuh yang di dalamnya berongga dan berisi cairan kental menyerupai bubur; 2. selaput yang membentuk kantong tertutup, berisi kuman, tumbuh secara tidak normal dalam suatu jaringan atau rongga badan (https://kbbi.web.id/kista)

 

Gejala Awal dan Pemeriksaan Awal

Sejak awal tahun 2017, aku merasakan adanya benjolan pada payudara sebelah kanan. Awalnya aku iseng cek sendiri dengan meraba bagian payudara ketika mandi karena penasaran dan karena Mama kebetulan sudah dua kali operasi payudara sebelah kanan dan kiri karena terdeteksi adanya FAM. Kebetulan aku pernah membaca sebuah artikel tentang SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dimana ada beberapa cara : di depan cermin, saat mandi, atau berbaring tinggal pilih mana yang paling nyaman buat kamu, bisa googling terlebih dahulu. Setelah diingat-ingat selama ini aku memang cukup sering merasakan nyeri pada payudara baik sebelum haid maupun tidak.

Namun, aku belum berani untuk cek ke dokter karena takut sampai akhirnya saat MCU (Medical Check Up) bulan Agustus lalu aku menceritakan keluhanku itu kepada dokter kemudian dilakukan pengecekan; setiap kali MCU aku memang bersedia diperiksa payudaranya tapi hasil MCU tahun lalu belum terdeteksi adanya benjolan pada payudaraku. Setelah dicek oleh dokter dan ditanyai beberapa pertanyaan terkait keluhanku akhirnya dokter MCU menyarankan untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter perusahaan.

Tak lama berselang setelah dilakukan MCU tersebut, aku menerima hasil MCU-nya dan langsung berkonsultasi dengan dokter perusahaan agar dapat diketahui tindak lanjutnya. Setelah berkonsultasi, aku dirujuk untuk melakukan USG di Rumah Sakit (Saat itu rujukannya adalah Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading). Langsung pada hari itu aku pergi ke RS dan melakukan USG mamae. Biayanya sekitar 700 ribuan (aku lupa nominal tepatnya berapa) tapi Alhamdulillah di cover oleh asuransi dari kantor.

 

Ilustrasi USG Mamae. Sumber : google

Saat di USG aku diberitahu dan diperlihatkan di layar monitor bahwa memang benar ada benjolan pada payudaraku, jumlahnya kurang lebih sepuluh dengan ukuran bervariasi antara 2-4 cm lebih dan itu disebut Kista yang di dalamnya berisi cairan. Terkejut dong!  Ternyata selama ini aku menyimpan banyak kista pada payudaraku dan mengabaikan begitu saja rasa nyeri hanya karena takut ke dokter! Bagaimana seandainya aku tetap mengurungkan niat ke dokter? Akan jadi sebanyak dan sebesar apa kista-kista itu? huft!

Mengetahui kenyataan ini, gak lantas membuatku lega karena kekhawatiran yang sebenarnya baru dimulai! Ya, aku diberitahu oleh dokter USG bahwa harus dilakukan operasi untuk mengangkat kista tersebut. WHAT?! Operasi? aku belum pernah dioperasi dan takut banget kalau benar-benar harus dioperasi!

Okay, keep calm! —pikirku, siapa tahu dokter perusahaan bisa memberikan saran lain.

eng ing eeeeng… setelah melihat hasil USG, ternyata dokter perusahaan juga menyarankan untuk segera dioperasi sesuai dengan saran yang diberikan oleh dokter USG. aduuuuuh, kekhawatiran dan ketakutan kembali muncul di pikiranku. Namun, sebelumnya beliau menyarankan agar aku memastikan terlebih dahulu apakah benjolan dan rasa sakit itu tetap ada sebelum dan sesudah haid.

Sekian bulan berselang, akhirnya aku memutuskan untuk segera ke dokter lagi. Kali ini aku memutuskan untuk menggunakan BPJS kesehatan karena sebelumnya sudah diberitahu bahwa asuransi dari kantor mendasarkan klaim nya pada hasil akhir laboratorium sehingga ada kemungkinan tidak di cover apabila disebabkan oleh faktor hormonal.

Operasi kista payudara menggunakan BPJS Kesehatan

Seperti yang sudah kalian ketahui, berobat menggunakan BPJS Kesehatan harus mengikuti prosedur. Sehingga pertama aku berobat ke klinik sebagai Faskes tingkat I, kemudian aku dirujuk ke RS Hosana Medica Bekasi. Saat berobat ke RS aku membawa hasil USG, namun tidak langsung dijadwalkan untuk operasi karena dokter bedah belum yakin letak kista tersebut (karena ada perbedaan antara lokasi kista yang ada di hasil USG dan rasa sakit yang kurasa) sehingga aku diberikan obat untuk rasa nyeri.

Seminggu kemudian, aku kembali kontrol ke RS dan langsung dijadwalkan untuk operasi tanggal 15 Desember 2017. Hmm.. Bismillah, aku beranikan diri untuk menjalani operasi. Bagi orang awam sepertiku, menjalani operasi memberikan rasa takut ketika membayangkan pisau bedah, ruang operasi, dsb (seperti yang ada dalam adegan drama korea Doctors, Doctor Stranger, or you name it lah).

14 Desember 2017 malam aku masuk ruang perawatan dan diharuskan puasa selama 6 jam sebelum operasi, mulai dari pukul 3 pagi hingga tiba waktu operasi pukul 9 pagi. Masuk ruang operasi dan berbaring di meja operasi tetap saja membuatku khawatir, terlebih saat mulai disuntikkan obat bius aku hanya bisa melafalkan dua kalimat syahadat (sebegitu takutnya aku seandainya tidak sadar lagi setelah operasi, astaghfirullah). Kurang lebih 1 jam lebih berselang, aku mulai sedikit sadar dan menangis karena ada rasa sakit hehe. Lalu tak lama setelah ‘agak sadar’ aku kembali dibawa ke ruang perawatan.

Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan aku kembali sadar bisa membuka mata hehe. Pelayanan RS Hosana Medica Bekasi ini sangat baik. Mulai dari pelayanan di poli juga UGD yang tidak dipersulit, dokter & susternya yang ramah, dan kamar rawat inap diberikan sesuai kelasnya (aku mendapat kamar rawat inap kelas pertama sesuai kartu BPJS). Sejak awal berobat menggunakan BPJS hingga hari ini aku tidak mengeluarkan uang sepeser pun, yang penting mengikuti prosedur dari BPJS dan Rumah Sakit.

Ruang Rawat Inap kelas 1

21 Desember 2017 pagi tadi aku kontrol ke dokter untuk dibuka perbannya dan dilihat jahitannya. Alhamdulillah dokter menyatakan tidak ada masalah pada jahitan dan lukanya. Rencananya, minggu depan tanggal 29 Desember 2017 jahitan pada bekas luka operasi akan dilepas (heuuuuu.. semoga gak sakit!) dan setelah itu tinggal menunggu hasil laboratorium atas kista yang telah diambil. And finally! besok aku bisa mandi hahahaha, karena setelah operasi gak diperbolehkan mandi (mungkin agar lukanya bisa kering ya, or anyone can tell me? hehe).

Pasca Operasi

Setelah pengalaman operasi kista payudara ini aku bertekad menjalani hidup sehat karena mungkin saja gaya hidup dan pola makan ku selama ini kurang sehat sehingga bisa menyebabkan penyakit seperti kista payudara itu. Aku juga coba googling tentang makanan dan minuman apa yang sebaiknya dihindari. Sepertinya bisa menjadi salah satu resolusi 2018 nih! Hehehe.. Doakan aku semoga bisa konsisten!

Alhamdulillah punya Mama, keluarga, dan teman-teman yang selalu memberikan support agar aku mau dioperasi demi kesehatan. Semoga gak perlu lagi merasakan operasi, aaamiiin.

 

-ulanhapsari-

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *